Tag: makanan khas

Makanan Khas Enak Di Magelang Kota Sejuta Bunga Harus Coba

Makanan khas Magelang  jadi salah satu daya tarik paling menarik di Magelang selain tempat wisatanya. Beraneka macam makanan bisa Anda dapatkan di kota sejuta bunga ini.

Mulai dari makanan tradisional di pedagang kaki lima hingga makanan mewah di restoran semua tersedia. Supaya Anda tidak perlu repot mencari, berikut ini beberapa rekomendasi kuliner khas dari Magelang yang wajib Anda coba:

Daftar Makanan Khas Magelang yang Terkenal

Kupat Tahu Magelang

Makanan paling terkenal dari Magelang tentu saja kupat tahu. Namun berbeda dengan tahu kupat yang menjadi makanan khas Solo, kupat tahu Magelang punya isian lebih lengkap.

Isinya biasa terdiri dari kecambah, kol atau kubis, mie, bakwan, tahu putih, dan tentunya ketupat. Semua bahan tersebut terasa nikmat berkat siraman kuah kacang yang cair.

Kuah ini juga yang membuat hidangan khas Magelang ini jadi istimewa. Sebab terbuat dari campuran kacang, kecap, dan juga telur. Agar semakin sempurna tidak ketinggalan taburan bawang goreng di atasnya.

Rasa kuah yang pedas manis gurih sangat mantap saat bercampur isian yang lainnya. Hidangan ini bisa Anda temukan di banyak tempat salah satunya alun-alun Magelang.

Namun rekomendasi terbaik makanan ini adalah warung Tahu Pojok di Jl. Tentara Pelajar Kios No.14, Cacaban. Harganya sendiri sekitar Rp15.000,00 per porsi dengan isian lengkap.

Mangut Lele Magelang

Selain kupat tahu, mangut lele juga termasuk masakan khas Magelang yang wajib Anda coba. Ciri khasnya terletak pada kuah santan gurih yang membuat lele goreng atau panggang semakin nikmat.

Untuk membuat mangut lele khas Magelang ini juga tidak terlalu sulit. Cukup goreng lele lalu tumis bumbu halus, masukan santan, kemudian lele serta bumbu lain dan sajikan saat santan sudah mulai menyusut.

Rasa hidangan ini tidak kalah lezat dari mangut welut Hj Nasimah, salah satu wisata kuliner Semarang terkenal. Sensasi rasa gurih, manis, dan pedas yang segar sangat terasa dari kuah dan lelenya.

Selain lele, Magelang juga terkenal dengan mangut beong yang menggunakan ikan baung sebagai pengganti lele. Rasanya segar dan jadi favorit banyak wisatawan.

Salah satu tempat terbaik mencoba hidangan ini adalah Warung Makan Sehati yang berada di kawasan Borobudur. Satu porsi mangut ini pun masih sangat terjangkau yakni Rp15.000,00 dengan ukuran ikan yang besar.

Cenil Khas Magelang

Selain hidangan besar, makanan khas Magelang ringan seperti cenil juga bisa menemani kunjungan Anda ke magelang. Bahan utamanya berasal dari ketela pohon atau singkong dengan taburan parutan kelapa.

Khusus di Magelang, cenil atau cetil ini biasanya berbentuk lonjong seperti kue telur gabus, oleh-oleh khas Bekasi. Agar semakin nikmat, siraman gula aren cair juga ditambahkan.

Anda bisa menemukan jajanan ini di pasar-pasar tradisional atau pedagang keliling sekitar Magelang. Salah satu tempat yang terkenal adalah Cenil Lupis Ketan Hitam di Muntilan.

Harganya juga sangat terjangkau dengan kisaran mulai dari Rp5.000,00 hingga Rp15.000,00 Anda sudah bisa mendapatkan camilan manis satu ini.

Es Dawet Magelang

Melewati udara panas Magelang di siang hari paling nikmat bila Anda meminum es dawet khas Magelang. Sensasi es yang dingin dapat meredam hawa panas tersebut.

Selain itu, berbeda dengan dawet dari daerah lain, dawet Magelang menambahkan roti serta cincau ke dalam minuman. Dengan begitu rasanya semakin segar dan manis.

Anda bisa menemukan minuman tradisional ini di sejumlah tempat wisata Magelang. Namun yang paling terkenal berada di Pasar Ngasem Jl. Poncowati, Panjang, Kota Magelang.

Di salah satu kedai dawet milik Sukarti, Anda bisa mencoba dawet legendaris yang sudah ada sejak 40 tahun lalu. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp2.000,00 untuk satu mangkuk es dawet segar.

Getuk Lindri

Bagi masyarakat Jawa, getuk sudah jadi camilan yang sangat terkenal tidak terkecuali di Magelang. Salah satu jenis getuk yang bisa Anda temukan di kota ini adalah getuk lindri.

Berbeda dengan getuk yoko kurung yang jadi oleh-oleh khas Klaten, getuk lindri ini lebih tradisional. Cara membuatnya puan hanya mencampurkan parutan singkong dengan gula serta pewarna makanan agar menarik.

Tidak ketinggalan juga taburan parutan kelapa untuk memberikan rasa gurih yang sedap. Bentuk getuk yang mungil dan pas di mulut membuat jajanan ini jadi camilan yang sempurna.

Anda bisa membelinya di pasar-pasar tradisional atau toko jajanan pasar yang ada dengan harga terjangkau. Satu bungkus getuk lindri biasanya hanya sekitar Rp8.000,00 dengan isi 5 sampai 8 buah.

Slondok Magelang

Keripik seperti slondok tidak hanya bisa Anda temukan di Klaten. Magelang juga termasuk salah satu produsen terkenal salah satu jenis keripik singkong ini.

Namun berbeda dengan Klaten, jenis slondok di Magelang lebih banyak yang berbentuk keripik dibanding cincin. Meski begitu rasanya tetap nikmat dan cocok untuk jadi camilan Anda.

Pilihan rasanya juga bervariasi ada yang pedas, pedas manis, gurih, manis, dan lainnya. Anda bisa membeli jajanan ini dalam bentuk matang maupun mentah.

Slondok Magelang bisa Anda beli di banyak toko oleh-oleh terutama di sekitar Candi Borobudur. Satu bungkusnya sendiri biasa dibanderol dengan harga Rp15.000,00 hingga Rp25.000,00 tergantung ukurannya,

Geblek

Berbeda dengan geblek dari Jogja, geblek Magelang memiliki ciri khasnya tersendiri. Warga Magelang biasa menambahkan parutan kelapa serta parutan singkong dalam adonan tepung tapioka gebleknya.

Tambahan tersebut membuat rasa geblek dari Magelang semakin gurih dan padat. Camilan ini sangat cocok Anda nikmati bersama kuah gula cair yang manis atau sambal kecap sebagai pelengkap.

Cita rasanya sendiri tidak kalah dari geblek oleh-oleh khas Wonosobo maupun Jogja yang lebih dulu terkenal. Selagi hangat, jajanan geblek ini terasa sangat mantap.

Ada banyak pedagang yang bisa Anda temukan bila ingin membeli kudapan ini. Harganya pun sangat terjangkau sekitar Rp5.000,00 untuk satu porsi sedang.

Mie Godog

Magelang juga memiliki sajian mie yang terkenal enak yaitu mie godog. Makanan yang dalam bahasa Indonesia berarti mie rebus ini punya rasa yang khas.

Tekstur mie kuning yang kenyal bercampur nikmat dengan kuah kental isian lainnya. Biasanya isian mie rebus ini berupa sayur kol, seledri, ayam, telur, dan juga bawang goreng.

Makanan khas Magelang yang enak ini sangat cocok untuk Anda yang senang kuliner malam di Kota Magelang. Rasa pedas dan gurih dari mie yang masih hangat jadi teman yang pas saat menghabiskan malam.

Anda bisa mendapatkan makanan ini di warung-warung kaki lima pinggir jalan utama saat malam hari. Untuk harganya juga tidak terlalu mahal hanya sekitar Rp15.000,00 per porsi.

Grubi

Selain singkong, ubi jalar juga bisa diolah menjadi camilan lezat bernama grubi. Salah satu jajanan khas Magelang ini memiliki tekstur renyah dengan rasa manis asli dari gula alami.

Cara membuatnya cukup mudah. Pertama parut ubi jalar lalu rendam beberapa menit. Kemudian goreng sebentar sampai setengah matang. Lalu cairkan gula merah dan garam dalam wajan kemudian masukan ubi tadi.

Sesaat setelah tercampur, ubi bisa Anda bentuk menjadi pipih atau gumpalan dan siap Anda nikmati. Tapi jika Anda tidak mau repot, bisa beli langsung kemasan siap makan di toko oleh-oleh yang ada.

Harganya sekitar Rp12.000,00 per bungkus dengan ukuran sekitar 250 gram. Jajanan ini juga bisa Anda temukan di pusat oleh-oleh khas Malang namun dengan nama Carang Mas.

Bakso Kerikil

Untuk para penikmat bakso, bakso kerikil khas Magelang wajib masuk daftar kuliner Anda. Asal-usul nama kerikil bukan berarti ada kerikil dalam baksonya melainkan karena bentuknya yang kecil seperti batu.

Hal ini berbanding terbalik dengan bakso klenger yang berukuran jumbo dan jadi salah satu wisata kuliner Jogja paling terkenal. Meski begitu rasanya tidak kalah sedap dan bahkan jadi favorit banyak orang.

Satu mangkoknya bisa berisi 10 hingga 20 buah bakso lengkap dengan mie dan isian lain. Sehingga Anda tetap bisa kenyang dan menikmati kenyal gurih bakso dengan maksimal.

Anda bisa mencoba hidangan ini saat mengunjungi Taman Badaan tepatnya di kios Bakso Krikil Pak Bendot. Harga satu porsinya hanya sekitar Rp10.000,00 dengan berbagai pilihan menu isian.

Sop Senerek

Salah satu sajian makanan khas Magelang yang menjadi favorit banyak orang adalah sop senerek. Ciri khas sop ini adalah penggunaan kacang merah sebagai bahan utama pembuatan sop.

Menurut cerita, asal usul sop ini berasal dari makan khas Belanda yaitu snert soup yang sering ada saat masa penjajahan. Namun seiring berjalannya waktu, warga lokal menyesuaikan makanan ini dengan lidah Indonesia.

Biasanya isian sop senerek berupa kacang merah, wortel, bayam, dengan tambahan daging sapi, ayam, atau babat iso. Rasa kuah bening yang segar sangat nikmat saat bercampur nasi hangat dan sambal.

Salah satu tempat yang sering menjadi langganan para sopir rental hiace Jogja adalah Sop Senerek Pak Parto di Magersari. Di sini Anda bisa mendapatkan sop senerek plus nasi dengan harga sekitar Rp18.500,00.

Blendrang

Untuk Anda yang belum tahu, blendrang merupakan hidangan sejenis bubur yang terbuat dari tepung gandum. Tapi berbeda dengan bubur nasi biasa, bubur ini menggunakan tulang ayam atau kambing sebagai lauknya.

Teksturnya pun sangat encer mirip seperti kuah salah satu makanan khas Padang, sate danguang danguang. Apalagi dari rasanya, bubur khas daerah Muntilan ini sangat sedap.

Rasa gurih dari bubur serta sumsum tulangnya sangat nikmat dan pas untuk Anda memulai hari. Bubur blendrang ini bisa Anda dapatkan di kawasan pasar Muntilan dengan mudah.

Harganya sendiri sekitar Rp5.000,00 hingga Rp10.000,00 per porsi tergantung jenisnya.

Magelangan

Bagi warga Jogja, tentu sudah sangat mengenal apa itu magelangan. Hidangan satu ini merupakan variasi dari nasi goreng dengan menambahkan mie serta balungan ayam.

Mie nya pun bukan mie instan seperti di warung burjo Jogja melainkan mie kuning basah buatan sendiri. Tambahan tulang ayam dalam nasi goreng jadi sensasi sendiri yang membuat magelangan unik dan sedap.

Rasanya sendiri tidak kalah dari Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, salah satu tempat wisata kuliner Jakarta yang populer. Satu porsi nasi goreng Magelang ini bisa Anda beli dengan harga sekitar Rp12.000,00 hingga Rp15.000,00.

Getuk Trio

Tidak hanya getuk lindri, masih ada satu getuk lagi yang jadi favorit banyak orang yaitu getuk trio. Getuk ini biasanya memiliki tiga warna dalam setiap potongnya yaitu putih, cokelat, dan merah jambu.

Namun saat ini sudah banyak juga pedagang yang menambahkan warna hijau sebagai variasi. Dari bahannya tidak ada yang berbeda dengan getuk lain, hanya saja hidangan ini menambahkan santan dalam adonannya.

Sehingga rasa dari getuk terasa manis dan gurih. Anda bisa membeli getuk trio di toko oleh-oleh khas Magelang dengan harga terjangkau yakni sekitar Rp15.000,00 per kemasan.

Buntil Daun Talas

Talas atau keladi tidak hanya bisa Anda manfaatkan umbinya, daunnya pun punya banyak manfaat. Salah satunya sebagai bahan makanan seperti buntil daun talas yang ada di Magelang.

Khasiat daun talas yang mampu mencegah berbagai penyakit ini bisa Anda nikmati dalam bentuk sayur yang segar. Daun talas ini menjadi pembungkus dari parutan kelapa, teri, serta petai dalam hidangan buntil.

Anda yang penasaran ingin mencoba bisa minta rekomendasi sopir rental mobil Magelang untuk mengantar ke lokasi yang menjualnya. Harga satu porsi buntil talas sendiri sekitar Rp15.000,00 tanpa nasi.

Es Pleret Magelang

Satu lagi minuman khas Magelang yang wajib Anda coba yaitu es pleret. Ciri khasnya terletak pada gempol atau pleret, sejenis kue kenyal dari adonan tepung beras yang melewati proses pengukusan.

Tekstur pleret yang kenyal berpadu sempurna dengan santan, sirup, dan gula yang jadi kuahnya. Jangan lupa menambahkan es agar rasanya semakin segar dan mantap.

Salah satu kedai terkenal untuk menikmati minuman ini adalah kedas es pleret semanggi. Satu mangkuk es ini biasa dijual dengan harga Rp10.000,00 untuk ukuran yang cukup besar.

Sego Godog

Hidangan satu ini cukup unik dan wajib masuk daftar kulineran Anda. Sego godog atau nasi rebus ini sekilas terlihat seperti bubur namun dengan citarasa mirip mie godog.

Biasanya terbuat dari campuran kaldu ayam, telur, serta bumbu halus khusus. Nasi rebus ini akan semakin nikmat dengan potongan timun serta irisan kubis segar dan juga sambal.

Anda bisa mencoba sego godog ini di malam hari di kedai-kedai mie godog yang ada di emperan. Harganya sendiri sekitar Rp20.000,00 per porsi yang cukup banyak.

Itulah tadi beberapa rekomendasi makanan khas magelang yang wajib Anda coba di Kota sejuta bunga ini. Jika Anda ingin mencoba lebih banyak makanan dan puas berwisata kuliner, gunakan saja layanan biro perjalanan seperti Salsa Wisata.

Beragam paket liburan menarik bisa Anda dapatkan mulai dari paket gathering, honeymoon, hingga liburan keluarga semua tersedia. Dengan begitu kesempatan Anda mewujudkan perjalanan impian jadi semakin terbuka.

10 Makanan Khas Indramayu Tersedap Mantap Dari Dahulu

Deretan makanan khas Indramayu berikut memiliki cita rasa yang unik, lho.

Indramayu, sebuah kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Barat, tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai dan budayanya yang kaya, tetapi juga dengan kelezatan makanan khasnya.

Makanan khas Indramayu telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke daerah ini.

Dengan cita rasa yang unik dan bahan-bahan alami yang digunakan, makanan khas Indramayu tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan kuliner Indonesia.

Berikut deretan makanan khas yang wajib Moms cicipi!

1. Nasi Lengko

Salah satu makanan khas yang sangat terkenal di Indramayu adalah Nasi Lengko.

Hidangan ini tidak hanya populer, tetapi juga menyajikan variasi isian yang beragam dengan harga yang terjangkau.

Nasi Lengko disajikan dengan sejumlah lauk dan pelengkap lainnya.

Di antaranya adalah tahu dan tempe goreng, irisan mentimun segar, dan daun kucai yang memberikan tambahan aroma segar.

Namun, yang membuat Nasi Lengko benar-benar istimewa adalah siraman bumbu kacang yang manis dan gurih.

Moms bisa menemukan hidangan lezat ini di warung-warung pinggir jalan maupun restoran besar, karena Nasi Lengko adalah bagian penting dari kuliner sehari-hari masyarakat Indramayu.

Baca Juga: Makanan Terbaik Yang Kental Dengan Adat Jogja Terenak Dan Sedap

2. Pindang Gombyang Mayung

Makanan ini mengambil bahan utamanya dari ikan manyung, yang biasanya ditemukan di perairan laut sekitar Indramayu.

Meskipun terlihat seperti gulai, hidangan ini memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan ikan sebagai bahan utama.

Rasa Pindang Gombyang Manyung cukup kaya dan lezat.

Bumbu-bumbu yang digunakan dalam masakan ini meliputi kunyit, jahe, kemiri, bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan berbagai bumbu lainnya.

Untuk memberikan sentuhan segar pada rasa masakan ini, seringkali tambahan belimbing wuluh juga dimasukkan dalam kuahnya.

3. Rumbah

Makanan khas Indramayu ini hampir mirip dengan Nasi Lengko dalam hal penggunaan bumbu, yang menggunakan kacang tanah sebagai bahan utama.

Namun, Rumbah memiliki sentuhan autentik berkat tambahan asam jawa dan air petis dalam bumbunya.

Perbedaan lainnya terletak pada pilihan sayurannya, yang lebih mirip dengan hidangan pecel karena mencakup kacang panjang, taoge, dan kangkung.

Biasanya, Rumbah disajikan dengan lontong, meskipun ada juga yang menyajikannya dengan nasi.

Untuk memberikan citarasa yang lebih khas, hidangan ini juga diperkaya dengan daun kemangi.

Meskipun harganya terjangkau, Rumbah memiliki rasa yang lezat dan mampu menggugah selera.

4. Burbacek

Burbacek terdiri dari tiga elemen utama yang menjadi ciri khasnya, yakni bubur beras putih yang lembut, rumbah, dan cecek (kulit sapi goreng).

Gabungan dari ketiga komponen inilah yang memberikan nama unik pada hidangan ini, Burbacek.

Biasanya, dalam setiap sajian Burbacek, terdapat tambahan kuah santan dan taburan bawang merah goreng.

Ini membuat hidangan ini memiliki rasa gurih dari kuah santan dan aroma wangi khas dari bawang goreng yang menambahkan cita rasa yang khas.

5. Pedesan Entog

Pedesan entog adalah makanan khas Indramayu yang tepat bagi pecinta makanan pedas. Istilah “pedesan” mengacu pada cita rasa pedas, sementara “entog” adalah jenis bebek.

Dengan demikian, pedesan entog merupakan hidangan bebek yang dimasak dengan bumbu pedas.

Sebagaimana kita ketahui, entog adalah salah satu jenis bebek yang memiliki daging yang agak tebal dan sering kali dikenal dengan aroma amisnya.

Untuk memasak kuliner khas Indramayu ini, digunakan beragam bumbu yang menjadikan rasanya semakin kaya dan nikmat.

Bumbu-bumbu yang umumnya digunakan meliputi tomat, serai, daun jeruk, kecap manis, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, lengkuas, garam, dan tak lupa, cabai merah.

6. Mie Ragit

Walaupun disebut “mie,” Mie Ragit memiliki perbedaan yang mencolok dengan mi pada umumnya.

Makanan khas Indramayu ini tidak seperti mi biasa yang sering disajikan dengan tambahan ayam suwir, Mie Ragit menggantinya dengan potongan telur rebus yang telah diiris dengan ukuran tertentu.

Hidangan ini juga diberi sentuhan taburan bawang goreng untuk menambah cita rasa yang lezat.

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah jenis kuah yang digunakan.

Mie Ragit menggunakan kuah yang dibuat dari campuran santan dan kaldu udang, yang juga disertai dengan hadirnya udang dalam hidangan tersebut.

7. Orog-Orog

Orog-Orog adalah salah satu makanan khas Indramayu yang terbuat dari bahan dasar beras, khususnya tepung beras, serta dua bahan lainnya, yaitu parutan kelapa dan gula merah.

Pada masa lalu, Orog-Orog Indramayu merupakan hidangan istimewa yang biasanya disajikan dalam acara tahlilan pada hari ke-7 setelah seseorang meninggal.

Namun, kini makanan ini dapat ditemukan di berbagai tempat dan kapan saja, terutama saat pagi atau selama bulan puasa.

8. Bubur Glintir

Meskipun mirip dengan bubur candil, bubur ini memiliki perbedaan pada bahan dasarnya.

Bubur Glintir dibuat dari tepung beras, tidak seperti bubur candil yang menggunakan ubi sebagai bahan utama.

Proses pembuatannya melibatkan pencampuran tepung beras dengan air hingga mencapai konsistensi yang pas, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang selanjutnya direbus dengan gula merah dan santan.

Dahulu, Bubur Glintir sering disajikan saat panen padi oleh para petani sebagai tanda rasa syukur atas hasil panen mereka.

9. Geblog

Makanan khas Indramayu seperti geblog memiliki berbagai variasi yang menarik. Semua variasi geblog ini memiliki satu bahan dasar yang sama, yaitu singkong.

Selain lezat, geblog juga cukup terjangkau. Moms memiliki pilihan untuk menambahkan topping sesuai selera.

Biasanya, ada topping berupa parutan kelapa, gula pasir, cairan gula jawa, atau bumbu kacang manis yang tersedia.

Moms dapat menemukan geblog khas Indramayu ini di pasar-pasar tradisional atau kios-kios jajanan pasar di pinggir jalan.

10. Cimplo

Makanan khas Indramayu ini dulunya hanya disiapkan pada acara-acara khusus, di mana hidangan ini dianggap sebagai perlindungan dari bala.

Bahan-bahan utama dalam pembuatan hidangan ini mencakup tepung beras, tape singkong, gula putih, dan ragi.

Setelah adonan tercampur merata, adonan tersebut dicetak dalam bentuk bulatan dan kemudian diberi gula merah yang telah dicairkan, serta taburan parutan kelapa dan santan kelapa untuk meningkatkan cita rasa hidangan tersebut.

Itulah deretan makanan khas Indramayu yang memiliki cita rasa lezat. Mana yang ingin Moms coba lebih dulu?

Makanan Terbaik Yang Kental Dengan Adat Jogja

Apakah klean tahu makanan khas Jogja selain gudeg?

Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat eksotis dan kental akan nilai budaya.

Selain banyak destinasi wisata alam, ada juga makanan khas Jogja yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota pelajar tersebut.

Moms dan keluarga yang berencana berkunjung ke Jogja, alangkah baiknya untuk menyimak daftar kulinernya di bawah ini! Jangan sampai ada yang terlewat.

Makanan Khas Jogja yang Wajib Dicoba

Makanan khas Jogja ini terbilang cukup unik.

Karena citarasa yang diberukan sangat beragam, yaitu manis, gurih dan juga asin.

Menariknya lagi, hidangan dari daerah yang dipimpin sultan ini memiliki banyak penggemar hampir di seluruh Indonesia.

Selain dari citarasanya, makanan khas Jogja juga masih dibuat dengan cara tradisional dan tentunya sesuai dengan cara yang diberlakukan oleh pihak keraton.

Moms jangan kaget, kalau melihat orang Jogja mengolah makanan dalam waktu yang berjam-jam.

Karena hal ini dipercaya mampu memberikan rasa yang lebih enak dalam hidangannya.

Ini dia makanan khas Jogja yang wajib untuk dicoba. Apa saja ya?

1. Gudeg

Gudeg merupakan salah satu makanan khas Jogja yang sangat terkenal di Indonesia.

Biasanya, hidangan satu ini akan disajikan dengan beberapa sayuran lain, seperti krecek atau opor ayam.

Cara membuat gudeg ala Jogja memerlukan waktu yang sangat lama. Gudeg terbuat dari nangka muda direbus beberapa jam dengan gula aren, dan santan.

Kemudian diberikan bumbu tambahan termasuk bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati, yang terakhir memberi warna cokelat kemerahan pada hidangan.

Seiring perkembangan zaman, saat ini gudeg sudah ada yang dijual dalam kemasan kalengan.

Uniknya, gudeg kalengan memiliki rasa yang tidak kalah enak dengan versi freshnya Moms.

Baca Juga: 10 Makanan Khas Indramayu Tersedap Mantap Dari Dahulu Kala

2. Sambal Goreng Krecek

Makanan khas Jogja yang terkenal lainnya adalah sambal goreng krecek.

Makanan dengan citarasa pedas ini sering dijadikan makanan pendamping gudeg.

Sambal goreng krecek secara tradisional dibuat dari kulit sapi bagian dalam yang lembut.

Namun, saat ini kebanyakan orang membuat krecek menggunakan rambak atau krupuk kulit yang siap pakai.

Cara membuatnya juga cukup mudah, kerupuk rambak dimasak dengan sup berbahan dasar santan, dengan kentang potong dadu dan kacang kedelai goreng.

Kemudian dicampur dengan bumbu campuran rempah-rempah dan cabai merah yang cukup banyak.

Karena kerupuk kulit menyerap santan dan rempah-rempah sehingga menjadi lembab.

Krecek memiliki tekstur yang lembut dan lembab dengan rasa yang kaya dan pedas serta warna oranye kemerahan.

Hidangan ini juga dapat ditambahkan hati sapi sebagai sambal goreng hati atau tahu yang dipotong dadu.

3. Sate Klatak

Sate klatak adalah sate kambing atau domba yang unik, asli dari Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul di Yogyakarta.

Nama klatak diambil dari cara memanggangnya yaitu dengan api terbuka atau dalam bahasa Jawa disebut “klatak”.

Sate ini sangat berbeda dari varian sate lainnya, karena bumbu utamanya adalah garam dan sedikit merica.

Selain itu, tusuk sate yang digunakan untuk memanggang terbuat dari besi, berbeda dengan sate lainnya yang menggunakan tusuk sate bambu.

Tusuk besi berfungsi sebagai konduktor panas dan membantu daging matang secara merata dari dalam.

Makanan khas Jogja satu ini biasanya disajikan dengan gulai kambing dan juga nasi panas.

4. Oseng-Oseng Mercon

Walaupun makanan khas Jogja identik dengan rasa manis, tetapi masih ada hidangan yang super pedas dari kota ini, yaitu oseng-oseng mercon.

Moms yang suka dengan makanan pedas, wajib untuk mencoba menu ini saat berkunjung ke Yogyakarta.

Makanan ini biasanya dibuat dari tetelan daging yang dicampur dengan jeroan sapi dan juga kikil.

Kemudian disajikan dengan bumbu yang sangat pedas.

Sesuai dengan Namanya, rasa pedas yang disajikan sangat menyengat dan juga panas sehingga mirip seperti terkena mercon.

Salah satu restoran oseng-oseng mercon yang terkenal adalan Oseng Mercon Bu Narti dan sudah berdiri sejak 1977 silam.

5. Bakpia Pathok

Moms mungkin tidak asing dengan makanan khas Jogja satu ini, bakpia pathok.

Makanan satu ini seolah menjadi oleh-oleh wajib saat Moms berkunjung ke kota Yogyakarta.

Bakpia pathok adalah makanan mirip roti dengan bentuk bulat dan memiliki rasa manis.

Biasanya, isi dari kue yang dipengaruhi oleh budaya cina ini adalah kacang hijau, cokelat atau keju.

Makanan campuran budaya Indonesia dan Cina ini diberinama Pathuk sesuai dengan daerah asalnya, yaitu wilayah Pathuk yang berada di pinggiran kota Yogyakarta.

Hidangan ini mirip dengan pia, tetapi ukurannya lebih kecil.

Bakpia dikemas secara komersial dalam kotak-kotak kecil dan dijual di banyak toko oleh-oleh di Yogyakarta.

6. Tiwul

Tiwul merupakan makanan khas Jogja yang sering dijadikan pengganti beras oleh penduduk Trenggalek, Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan Blitar.

Bahkan, pada masa penjajahan Jepang, rakyat Indonesia juga mengkonsumsi tiwul sebagai makanan pokok.

Hidangan yang dibuat dari gaplek ini merupakan salah satu makanan sehat karena memiliki kalorinya cukup rendah.

Selain itu, tiwul juga dipercaya dapat mencegah penyakit maag dan juga perut keroncongan.

Di daerah lain, seperti Banyumas, Cilacap, dan Kebumen juga memiliki menu makanan yang hampir sama.

Hanya saja proses pembuatannya sedikit berbeda dan disebut sebagai oyek.

7. Kue Kipo

Moms yang berkunjung ke kota Gede, Yogyakarta wajin untuk mencoba kue kipo.

Makanan ini banyak dijual saat bulan ramadan terutama di Pasar Ramadan Masjid Jogokariyan.

Kue kipo dibuat dari tepung ketan yang diisi dengan parutan kelapa cokelat atau enten-enten. Warna hijau yang khas dari makanan ini didapat dari perasan daun suji.

Citarasa kue kipo manis dan teksturnya legit. Karena ukurannya yang kecil, Moms bisa menikmatinya dengan sekali gigit.

Cara memasak Kipo sedikit berbeda kue tradisional Jawa, yakni dengan cara dipanggang.

Sebelum dipanggang, adonan yang sudah terbentuk diberi alas daun pisang terlebih dahulu agar tidak lengket.

Jika menggunakan bahan-bahan alami, kue kipo hanya mampu bertahan selama satu malam.

8. Brongkos

Brongkos merupakan sup daging dan kacang pedas khas Yogyakarta.

Makanan ini terdiri dari daging sapi, domba atau kambing, telur rebus dan tahu, direbus dengan kacang, biasanya kacang polong atau kacang merah abu siam potong dadu dan wortel.

Makanan yang mirip semur ini memiliki bahan dasar santan yang dicampur dengan bumbu lain, seperti kluwek hitam, serai, daun jeruk purut, daun salam, garam, gula aren, dan bumbu terasi.

Selain itu, kuah dari brongkos juga akan diberikan cabai rawit utuh sehingga saat dikonsumsi akan memberikan rasa pedas yang mengejutkan saat digigit.

9. Jadah Tempe

Makanan khas Kota Jogja berikutnya yang wajib Moms cicipi saat berkunjung ke sana adalah jadah tempe.

Hidangan yang satu ini berasal dari kabupaten Sleman, Yogyakarta, atau tepatnya dari daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang.

Sesuai namanya, makanan tersebut dibuat dari jadah, yakni panganan dari ketan yang dicampur dengan tempe bacem.

Biasanya, jadah tempe dibungkus menggunakan daun pisang.

Jika Moms dan keluarga pergi ke Jogja, tepatnya wilayah Kaliurang, jangan lupa untuk mencoba makanan favorit Sultan Hamengkubowono IX ini, ya.

10. Mie Lethek

Mie Lethek

Mie lethek ialah makanan dari Jogja yang pertama kali dibuat oleh umar Yassir dari Yaman saat beliau hendak berdawkah.

Bahan dasar mie ini, yakni tepung tapioka dan gaplek.

Karena terbuat dari bahan-bahan alami, tanpa pemutih, dan pengawet, membuat warna mie sedikit kusam atau kecokelatan sehingga dinamakan mie lethek.

Dalam penyajiannya, mie lethek dapat dimasak sebagai mie rebus atau goreng.

Rasanya nikmat dan sangat pas disantap selagi hangat.

Perlu Moms ketahui, mie lethek khas Yogyakarta ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, lho.

11. Yangko

Yangko merupakan jajanan tradisional yang berasal dari Yogyakarta. Yangko terbuat dari tepung ketan bercita rasa manis.

Jajanan yang memiliki bentuk kotak dengan warna-warni cerah ini akan terasa kenyal saat dimakan.

Di dalam yangko terdapat kacang cincang sebagai isiannya.

Moms pecinta makanan manis pasti akan menyukainya.

12. Mangut Lele

Seperti namanya, makanan khas Jogja yang satu ini terbuat dari ikan lele.

Mangut lele merupakan ikan lele yang dimasak dengan kuah santan nikmat.

Daging ikan lele yang digunakan biasanya sudah digoreng atau diasap terlebih dahulu.

Selain gurih, mangut lele juga memiliki rasa sedikit asam dan pedas.

13. Sate Kere

Layaknya wilayah di Indonesia lainnya, Jogja juga memiliki makanan khas berupa sate, yaitu sate kere namanya.

Tak seperti hidangan sate pada umumnya yang menggunakan bagian daging, sate kere dibuat dari koyor sapi, yakni bagian urat atau otot sapi Moms.

Saat dibakar, sate kere akan mengeluarkan aroma sedap yang sangat menggugah selera. Tentu saja, rasanya lezat!

14. Gatot

Jika ke Jogja, jangan lupa juga untuk mencicipi makanan yang bernama gatot!

Makanan khas Jogja di wilayah Gunungkidul ini terbuat dari bahan sisa tiwul.

Sama seperti tiwul, gatot dibuat dari singkong, Moms.

Dalam pembuatannya, singkong sisa yang tak dapat diproses menjadi tiwul akan dijemur. Singkong yang telah dijemur itu disebut dengan gaplek.

Gaplek kemudian dikukus dan disajikan dengan gula jawa serta parutan kelapa gurih dan jadilah gatot.

15. Geplak

Selain gatot, ada geplak yang juga menjadi salah satu jajanan tradisional khas Jogja.

Geplak terbuat dari campuran kelapa parut, gula, serta tepung.

Rasanya manis dan warnanya menarik sehingga lebih menggugah selera. Umumnya, geplak dijual sebagai oleh-oleh.

Jadi, jangan lupa untuk membelinya jika berkunjung ke Jogja ya, Moms.

Baca Juga: 9+ Kerajinan dari Barang Bekas yang Bisa Dibuat di Rumah!

16. Nasi Kucing

Nasi Kucing adalah makanan khas Jogja selanjutnya,

Ini adalah hidangan kecil berupa nasi putih yang disajikan dengan berbagai lauk-pauk kecil yang diatur dalam porsi kecil di atas daun pisang.

Hidangan ini terkenal karena harganya yang terjangkau dan variasi lauk yang beragam, seperti sambal, ikan teri, telur, tempe, ayam, dan masih banyak lagi.

Nasi Kucing sangat populer di Jogja sebagai makanan ringan atau makanan cepat saji yang enak dan praktis.

17. Bakmi Jawa

Bakmi Jawa merupakan hidangan mi tradisional yang terbuat dari mi kuning yang gurih dan dihidangkan dengan berbagai bahan tambahan seperti ayam, tauge, sayuran, dan telur.

Rasanya khas dengan sentuhan bumbu kacang yang lezat.

Bakmi Jawa sangat populer di Jogja dan menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba saat mengunjungi kota ini.

Nah, itu dia rekomendasi makanan Yogya yang bisa dicoba saat berkunjung ke kota tersebut. Semoga bermanfaat, Moms.