Home Bitung Astaga! Dua Oknum Polairud, Dilapor Warga Bitung Ke Propam Polda Sulut

Astaga! Dua Oknum Polairud, Dilapor Warga Bitung Ke Propam Polda Sulut

124
0
SHARE
Astaga! Dua Oknum Polairud, Dilapor Warga Bitung Ke Propam Polda Sulut

Bitung, Goresanpena.Id- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Investigasi

Perlindungan Hak Rakyat Indonesia (PHRI) 
Sulut Jefrant Herodes De Jong meminta 
Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polda Sulut guna menindaklanjuti laporan Oktaviani Rorong pelaku usaha perikanan di Kota Bitung terhadap dua oknum anggota Polairud Polda Sulut yang bertugas di Mako Polairud Tandurusa Bitung.

"Kami berharap pihak Polda Sulut dapat mendalami masalah ini, apalagi ada oknum anggota Polairud diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang," kata De Jong sembari menambahkan akan mengawal masalah ini sampai tuntas. 

Sementara itu, Rorong kepada sejumlah wartawan mengaku, menyayangkan 
tindakan dilakukan kedua oknum Polairud yang terkesan mencari kesalahan. 

“Sebelum kapal kami sandar di Pelabuhan usai membawa hasil tangkapan, kapal kami diperiksa oleh dua oknum anggota tersebut, kami memberikan semua dokumen yang diperlukan. Namun kedua oknum anggota tersebut terus mencari kesalahan kami, dan mengatakan keempat Anak Buah Kapal (ABK) dicurigai Warga Negara Asing (WNA),” ujar Rorong, Jumat (26/3). 

Setelah menunjukan E-KTP dari keempat ABK, lanjut Rorong, kedua oknum Polairud tidak merasa puas. Mereka lantas mencurigai proses mendapatkan dokumen kependudukan. 

"Dokumen kapal kami lengkap, tapi kenapa harus ditahan, malah mempertanyakan proses mendapatkan dokumen kependudukan ABK yang dicurigai WNA, padahal yang mengeluarkan dokumen Pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," keluhnya

Ditambahkannya, Kami kooperatif dalam pemeriksaan, sudah menunjukan dokumen, tapi malah ditahan dan dipaksa merapat ke Dermaga Polairud Bitung. Padahal saat itu, kami belum melakukan pembongkaran hasil tangkapan ikan dikarenakan juga kapten  dalam kondisi sakit, jadi bergegas untuk mengakhiri penangkapan hari itu. 

"Saya (red, Rorong) mengalami kerugian karena hasil tangkapan ikan kala itu harus di reject (Batal) disalurkan karena ada ketentuan grade menjadi lokal," beber Rorong yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan LSM Investigasi PHRI. 

"Saya hanya berharap adanya keadilan. Kiranya Propam Polda Sulut dapat menyelesaikan aduan ini, agar kedepan tidak terjadi hal serupa kepada orang lain," tambahnya. 

Diketahui, Rorong melaporkan Inisial P dan JS ke Bid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulut, Rabu 24 Maret lalu terkait dugaan penyalagunaan wewenang yang tertuang dalam Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) : Nomor/27 / III / 2021/ Subbag Yanduan dan diterima langsung Ba Subbag Yanduan Aipda Tulus Wahyu Adi Wibowo. (Fic)